Manfaat
Buah Delima Bagi Penderita HIV/AIDS
Delima merupakan salah satu buah yang tertulis di
dalam Al-Qur'an. Tidaklah
heran bila Allah mengabadikannya
di dalam kitab
suci.
Karena, ternyata, delima sangat bermanfaat bagi orang dengan HIV/AIDS.
Sebagaimana zaitun, jahe,
anggur dan buah tin yang telah tertulis di dalam kitab
suci agama samawi lain sebelumnya.
Dari
sejarah dapat diketahui bahwa buah delima selain untuk dimakan juga
digunakan sebagai obat ribuan tahun silam. Dan kini dilaporkan delima yang memiliki nama
latin 'punica granatum' baik dikonsumsi oleh para penderita HIV/AIDS.
Tanaman delima berasal dari Persia, Kurdistan
dan Afghanistan. Kemudian
disebarkan ke daerah Mideterania oleh
suku bangsa Phoenisia. Saat ini negara
penghasil delima adalah Spanyol yang mengekspornya
ke Inggris, Italia, Perancis. Namun, sayang di Indonesia delima malah
dijadikan
tanaman hias. Bentuk buah delima cukup
unik.
isi buahnya ada yang berwarna ungu bening dan ada juga yang putih seperti kristal,
mengandung biji kecil. isi buah
inilah yang terasa
manis-asam-segar kalau
dimakan. Mengkonsumsi buah delima sebaiknya
dikunyah bersama bijinya.
Sebagai bahan makanan, kandungan gizi buah delima
cukup baik terutama untuk sumber kalium 250mg/100gram. Mineral kalium berfungsi menjag keseimbangan asam basa dalam tubuh, mengatur keluar masuk
zat gizi dari dan ke dalam
sel, menenangkan denyut jantung yang dipacu oleh mineral kalsium.
Mineral kalium juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan
darah, serta terlibat
dalam
berbagai fungsi biologis
di dalam
tubuh. Nilai zat gizi
lainnya, seperti energi (65 kalori), protein (0,5 gram),
lemak (0,3 gram) dan karbohidrat (16,4 gram). Kandungan vitamin
dan mineral delima secara nominal kecil, tapi tetap memberikan
kontribusi untuk mencukupi kebutuhan
zat gizi yang diperlukan
dalam tubuh.
Dari aspek medis, mulai dari akar, daun, kulit batang, buah, biji hingga
kulit buahnya dapat diramu sebagai salah
satu obat alami yang digunakan untuk pengobatan alternative beberapa jenis penyakit. Efek medis delima
tersebut terutama berasal dari
kandungan senyawa alkaloid
dan tanin serta senyawa lainnya. Menurut Ronald R Watson dan Jeomin Lee dari
Arizona Prevention Center di Tucson Arizona, manfaat
delima untuk ODHA antara lain karena memiliki efek antibakteri dan
antiviral yang berfungsi
meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini tampak dalam tes 'in
vitro'
terhadap bakteri.
Mekanismenya dapat dijelaskan sebagai berikut:
Alkaloid dan tanin yang diekstrak dari akar delima ternyata dapat menghambat pertumbuhan beberapa jenis bakteri. Juga dapat menghambat pertumbuhan cacing hati (E.histolyca) dan cacing pita (E.Invadens). Jamu yang mengandung ekstrak buah delima (buah, biji dan kulitnya) dapat digunakan untuk mengendalikan virus polio, virus herpes sinplex dan untuk menggempur virus HIV-1.
Mekanismenya dapat dijelaskan sebagai berikut:
Alkaloid dan tanin yang diekstrak dari akar delima ternyata dapat menghambat pertumbuhan beberapa jenis bakteri. Juga dapat menghambat pertumbuhan cacing hati (E.histolyca) dan cacing pita (E.Invadens). Jamu yang mengandung ekstrak buah delima (buah, biji dan kulitnya) dapat digunakan untuk mengendalikan virus polio, virus herpes sinplex dan untuk menggempur virus HIV-1.
Tanin senyawa polifenol yang
terdapat pada buah delima menunjukkan
efek pencegahan terhadap keganasan mikroba patogen yang bersifat
oportunis yang banyak terdapat dapat
dalam tubuh ODHA. Bioflavanoid,
senyawa tanaman yang tidak beracun, akan membantu meningkatkan
sistem daya tahan tubuh atau kekebalan
tubuh.
Bioflavanoid yang terdapat pada sebuah delima bersifat antioksidan yang akan meredam keganasan radikal bebas oksigen, mencegah perusakan lemak menjadi leukotrien, senyawa penyebab peradangan kanker dan pembiakan organisme patogen yang akan merusak kesehatan. Namun, selain manfaatnya, perlu diwaspadai pula efek samping ekstrak delima seperti ada iritasi pada lidah dan esofagus serta alergi. Sebagai pengobatan alternatif atau komplementer, kedua peneliti tersebut juga mengingatkan bahwa manfaat buah delima bagi ODHA perlu dilakukan lebih mendetail lagi pada in vito mereka agar didapatkan manfaat yang lebih besar lagi bagi kesehatan ODHA.
Bioflavanoid yang terdapat pada sebuah delima bersifat antioksidan yang akan meredam keganasan radikal bebas oksigen, mencegah perusakan lemak menjadi leukotrien, senyawa penyebab peradangan kanker dan pembiakan organisme patogen yang akan merusak kesehatan. Namun, selain manfaatnya, perlu diwaspadai pula efek samping ekstrak delima seperti ada iritasi pada lidah dan esofagus serta alergi. Sebagai pengobatan alternatif atau komplementer, kedua peneliti tersebut juga mengingatkan bahwa manfaat buah delima bagi ODHA perlu dilakukan lebih mendetail lagi pada in vito mereka agar didapatkan manfaat yang lebih besar lagi bagi kesehatan ODHA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar