Sabtu, 17 Januari 2015

My trip in "air terjun" Ngleyangan



My Trip My Adventure.....

Assalamu’alaikum..namaku Dewi guys! Cuman mau berbagi cerita nih... waktu liburan 2 minggu kemarin. Langsung aja yah..cekidot... Pada hari Selasa, tepatnya pas tanggal 30 Desember 2014 lalu, aku  diajak berpetualang bersama teman-temanku. Tapi, beda sekolah semua. Kalo gak salah ada 11 anak, lumayan banyak kan.  Ada yang SMK, PGRI, SMA dan yang MAN cuman aku saja teman-teman,hehehe.. oke,  waktu itu pagi-pagi pukul  7, aku  sudah ada di tempat kos salah satu temanku. Awalnya sih aku  gak tau apa itu Ngleyangan. Dan gak pernah ngebayangin gimana kalo udah disana, temanku sih gak cerita, dia cuman bilang kalo tempatnya tuh lumayan jauh.. tapi dijamin kalo udah sampai sana gak bakal nyesel. Terus temen-temen pas udah ngumpul semua, kami langsung deh tancap gas on the way Ngleyangan, gak jelas ya fotonya tapi aslinya bagus banget, kayak pahatan-pahatan gitu batunya.


                                 
Sebenernya Ngleyangan itu nama air terjun , tapi belum fix dijadikan tempat wisata, jadi ya menuju kesananya gak bisa pakai motor, apalagi mobil jadi ya kami berpetualangnya jalan kaki. Hoho tapi seru, aku juga baru pertama kesana. Brrrr, lumayan dingin soalnya daerah pegunungan gitu. Bener-bener niat mbolang deh! Masak kita semua gak ada yang bawa makanan, aku dong bawa air mineral satu botol,hehehe.  Eits, ada sih meskipun satu anak yang rela bawa makana, namanya Faris. Ya paling gak kan dia masih mau bawa jagung, buanyak banget, bawa mie instan juga, idih salut deh sama tuh anak,hehe..
Pas on the way, gila rasanya kepalaku pusing, kayak mau pingsan aja, padahal itu masih awal naik gunung. Sumpah deh masih gak ada apa-apanya. Katanya panjang jalan menuju Ngleyangan tuh 7 km, wuuih kebayang gak men, itu bukan 7 m tapi 7 km!!


    


   
Huft perjalanan yang melelahkan, tapi aku gak nyerah gitu aja. Namanya aja gunung, masih alami pula, ya isinya cuman, sawah, hutan, sungai, tanah yang terjal/becek, tapi gue jamin kalian gak bakal MENYESAL kalo udah sampai puncak.
       
Kebersamaan :D


Tuh air terjun indah banget men lo kudu coba, kalo gak coba rugi banget deh! Hahay... Setelah bersakit-sakit dahulu lalu bersenang-senang lah kemudian, hehe gitu peribahasanya men! Pas sampainya di atas sana, Subhanallah... puas banget lihat air terjunnya beautipul banget. Langsung aja aku dan temanku nyebur ke bawah air terjun, seger+dingin, pokonya kalian harus coba, buruan yah! Ini adalah pengalaman yang tak terlupakan. Matur Suwun ^_^

Cara Mengatasi Sakit Pinggang



Latihan Mengatasi Sakit Pinggang

           
Sakit pinggang atau backache  memang menyebalkan, banyak pekerjaan yang terlantar akibat penyakit yang menyerang tulang belakang itu. Tapi, jangan buru-buru minum obat antinyeri, karena masih ada cara yang lebih aman untuk mengatasinya.

            Tak sedikit para eksekutif pria terkadang merasakan nyeri tulang belakang, terutama pada bagian pinggang dan bawah pinggang, yang akhirnya mengganggu aktivitas kerja. Toh, bila sakit menyerang, mereka cuma bisa meringis sambil menunduk dan berharap penyakit bisa mereda atau bahkan hilang sama sekali. Sakit pinggang yang dibiarkan akan menyebar ke punggung, paha dan ke bagian bawah tumit serta jari kaki. Dan sebagian besar nyeri pinggang ini, disebabkan oleh otot-otot pinggang yang kurang kuat, hingga pada saat melakukan gerakan pada bagian pinggang, timbul pergeseran yang menimbulkan rasa sakit.

            Dari sisi kesehatan, ada dua cara untuk mengatasi nyeri pinggang yaitu cara medis dan senam. Cara pertama biasanya karena penyakit, dimana pertolongan harus melalui cara medis. Seperti kelainan saluran kencing dan lemah kaki. Rasa nyeri yang disebabkan oleh kedua penyakit ini, terjadi karena pergeseran antara pembuluh darah dengan organ tubuh. Bila pergeseran tersebut besar, akan dapat mengganggu syaraf saluran kencing, dubur dan kaki.

Sedangkan cara kedua, bisa dilakukan sendiri tanpa harus pergi ke dokter. Cara ini dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, baik pada waktu santai ataupun menjelang tidur.

            Beberapa latihan mengatasi nyeri pinggang dan bawah pinggang:
1. Meregangkan otot pinggul dan pantat
Tidur telentang, kedua lutut dibengkokkan sejajar dengan posisi lantai. Setelah itu perlahan- lahan digerakkan dan diangkat ke dada, tahan dengan kedua tangan. Kemudian kembali ke posisi awal.

2. Menguatkan otot pinggang dan perut
Posisi badan merangkak, kepala sejajar dengan lantai, lalu lekukkan punggung ke atas dan ke bawah secara perlahan-lahan. Gerakan oni bertujuan agar tulang punggung menjadi tidak tegang.

3. Menguatkan pinggul, pantat dan pinggang
Tidur telungkup, kedua tangan dilipat di bawah dagu atau bahu. Perlahan-lahan angkat satu kaki ke atas, namun jangan terlalu tinggi.Kemudian turunkan secara perlahan dan ulangi dengan kaki yang lain.

4. Menguatkan otot perut
Tidur telentang, kedua lutut dibengkokkan, diiringi dengan menyilangkan kedua tangan ke atas dada. Setelah itu naikkan kepala dan bahu dari lantai, tahan secara bertahap.

5. Meregangkan pinggang
Tidur telentang lurus, tekuk kaki kanan dan angkat ke kiri melewati atas kaki kiri.  Usahakan posisi badan tetap pada posisi semula, tidak mengikuti arah kaki kanan. Posisi ini akan membuat pinggang berputar dan terjadi peregangan. Lakukan gerakan serupa dengan kaki kiri.

6. Menetralkan paha
Tidur telentang angkat kaki kanan dan tarik kaki kanan dengan kedua tangan mengarah ke muka. Lakukan yang sama pada kaki kiri.




Si Cantik Buah Delima



Manfaat Buah Delima Bagi Penderita HIV/AIDS

Delima merupakan salah satu buah yang tertulis di dalam Al-Qur'an. Tidaklah heran bila Allah mengabadikannya di dalam kitab suci. Karena, ternyata, delima sangat bermanfaat bagi orang dengan HIV/AIDS.

Sebagaimana zaitun, jahe, anggur dan buah tin yang telah tertulis di dalam kitab suci agama samawi lain sebelumnya. Dari sejarah dapat diketahui bahwa buah delima selain untuk dimakan juga digunakan sebagai obat ribuan tahun silam. Dan kini dilaporkan delima yang memiliki nama latin 'punica granatum' baik dikonsumsi oleh para penderita HIV/AIDS.

Tanaman delima berasal dari Persia, Kurdistan dan Afghanistan. Kemudian disebarkan ke daerah Mideterania oleh suku bangsa Phoenisia. Saat ini negara penghasil delima adalah Spanyol yang mengekspornya ke Inggris, Italia, Perancis. Namun, sayang di Indonesia delima malah dijadikan tanaman hias. Bentuk buah delima cukup unik. isi buahnya ada yang berwarna ungu bening dan ada juga yang putih seperti kristal, mengandung biji kecil. isi buah inilah yang terasa manis-asam-segar kalau dimakan. Mengkonsumsi buah delima sebaiknya dikunyah bersama bijinya.

Sebagai bahan makanan, kandungan gizi buah delima cukup baik terutama untuk sumber kalium 250mg/100gram. Mineral kalium berfungsi menjag keseimbangan asam basa dalam tubuh, mengatur keluar masuk zat gizi dari dan ke dalam sel, menenangkan denyut jantung yang dipacu oleh mineral kalsium. Mineral kalium juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah, serta terlibat dalam berbagai fungsi biologis di dalam tubuh. Nilai zat gizi lainnya, seperti energi (65 kalori), protein (0,5 gram), lemak (0,3 gram) dan karbohidrat (16,4 gram). Kandungan vitamin dan mineral delima secara nominal kecil, tapi tetap memberikan kontribusi untuk mencukupi kebutuhan zat gizi yang diperlukan dalam tubuh.

Dari aspek medis, mulai dari akar, daun, kulit batang, buah, biji hingga kulit buahnya dapat diramu sebagai salah satu obat alami yang digunakan untuk pengobatan alternative beberapa jenis penyakit. Efek medis delima tersebut terutama berasal dari kandungan senyawa alkaloid dan tanin serta senyawa lainnya. Menurut Ronald R Watson dan Jeomin Lee dari Arizona Prevention Center di Tucson Arizona, manfaat delima untuk ODHA antara lain karena memiliki efek antibakteri dan antiviral yang berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini tampak dalam tes 'in vitro' terhadap bakteri.

Mekanismenya dapat dijelaskan sebagai berikut:
Alkaloid dan tanin yang diekstrak dari akar delima ternyata dapat menghambat pertumbuhan beberapa jenis bakteri. Juga dapat menghambat pertumbuhan cacing hati (E.histolyca) dan cacing pita (E.Invadens). Jamu yang mengandung ekstrak buah delima (buah, biji dan kulitnya) dapat digunakan untuk mengendalikan virus polio, virus herpes sinplex dan untuk menggempur virus HIV-1.
Tanin senyawa polifenol yang terdapat pada buah delima menunjukkan efek pencegahan terhadap keganasan mikroba patogen yang bersifat oportunis yang banyak terdapat dapat dalam tubuh ODHA. Bioflavanoid, senyawa tanaman yang tidak beracun, akan membantu meningkatkan sistem daya tahan tubuh atau kekebalan tubuh.

Bioflavanoid yang terdapat pada sebuah delima bersifat antioksidan yang akan meredam keganasan radikal bebas oksigen, mencegah perusakan lemak menjadi leukotrien, senyawa penyebab peradangan kanker dan pembiakan organisme patogen yang akan merusak kesehatan.
Namun, selain manfaatnya, perlu diwaspadai pula efek samping ekstrak delima seperti ada iritasi pada lidah dan esofagus serta alergi. Sebagai pengobatan alternatif atau komplementer, kedua peneliti tersebut juga mengingatkan bahwa manfaat buah delima bagi ODHA perlu dilakukan lebih mendetail lagi pada in vito mereka agar didapatkan manfaat yang lebih besar lagi bagi kesehatan ODHA.