Wudlu
dan Kesehatan
Begitu air dingin membasuh anggota wudlu,
maka secara otomatis pembuluh darah bereaksi untuk bekerja lebih
cepat dan gesit mengalirkan darah ke seluruh tubuh sebagai reaksi
alami menormalisasi suhu tubuh, akibat bertemunya suhu panas dalam
tubuh dengan dinginnya guyuran air wudlu. Saat itu juga darah
mengalir ke daerah seputar wajah, kedua tangan dan telapak
kaki dengan sangat lancar.
Ketika aliran darah mengalir ke
seluruh tubuh, termasuk pada bagian kulit, maka kelenjar peluh
langsung bekerja menyedot darah-darah kotor dan membuangnya keluar
tubuh melalui bulu-bulu halus yang tumbuh di sekitar kulit. Begitu
darah kotor itu keluar, walau tidak kasat mata, maka langsung disapu
air wudlu , inilah mungkin rahasianya
kenapa kita disunnahkan membasuh tiga kali
pada setiap anggota wudlu. Dampaknya kulit sekitar wajah dan lainnya
nampak cantik dan putih berseri sehingga penuaan dini bisa
terhindarkan.
Biasanya, proses penyaringan dan pembuangan
darah-darah kotor dilakukan oleh ginjal, kemudian dibuang bersamaan
dengan air seni. Namun ketika seseorang melakukan wudlu, darah-darah
kotor itu tertarik dan terkonsentrasi pada sekitar anggota-anggota
wudlu yang sudah dibasuh dan kemudian disapu bersih oleh air wudlu
berikutnya, basuhan kedua dan
ketiga. Artinya, berwudlu ternyata mengurangi sedikit beban berat
kerja ginjal dan dampaknya bisa meminimalisir kemungkinan terkena
risiko sakit ginjal.
Salah tugas jantung yang paling berat
adalah memompa darah supaya mengalir menuju wajah, telapak tangan,
dan kaki. Kenapa? Karena posisi ketiga anggota tubuh tersebut jauh
dari posisi jantung yang berada di rongga dada. Begitu tersentuh air
wudlu yang dingin, maka jantung langsung bereaksi dan kemudian
memompa darah dengan kuat menuju tiga anggota badan yang berjauhan
itu. Dengan demikian wudlu tak hanya semata kewajiban agama, tapi
juga membantu meringankan beban berat kerja jantung. Akhirnya risiko
terkena serangan jantung pun relatif bisa terhindarkan.
Wudlu
dengan air dingin, juga membantu merangsang dan mengefektifkan sistem
kerja syaraf. Rangsangan tadi, akan berdampak positif pada kinerja
syaraf pusat yang berada di otak. Tak heran makanya kalau setelah
wudlu kita selalu merasakan suasana segar, yang tak dirasakan sebelum
wudlu. Dengan demikian faedah lain dari wudlu adalah sanggup
mengurangi ketegangan jiwa, stress, mengurangi rasa sedih, rasa
khawatir dan rasa marah. Faedah inilah mungkin yang menjelaskan
kenapa Rasulullah Saw, selalu menganjurkan kita untuk segera berwudlu
ketika kita sedang emosi, terutama lagi pada hakim yang sedang dalam
proses mengadili sebuah perkara.
Shalat
dan Kesehatan
Coba perhatikan dan renungkan
gerakan-gerakan olahraga yang direkomendasikan para pakar kesehatan,
hampir semuanya tercakup dalam gerakan shalat. Makanya, seperti
halnya olahraga, gerakan shalat juga akan membantu memperingan
kinerja jantung, memperlancar asupan oksigen ke dalam tubuh dan
membuat otak menjadi segar bugar.
Shalat juga membantu kerja
jantung. Ia selalu bekerja tanpa henti mengatur sirkulasi darah dan
mengalirkannya kepada semua organ tubuh. Hal yang dirasa paling berat
dari kinerja jantung adalah bagaimana memompa dan mengalirkan darah
menuju organ tubuh yang posisinya lebih atas dari jantung. Misalnya
otak, mata, hidung, lisan dan sebagainya. Karena posisi jantung
sendiri ada dirongga dada. Artinya dengan fungsi harus mengalirkan
darah kepada daerah yang lebih tinggi, jantung harus bekerja keras
melawan gaya gravitasi bumi. Dengan melakukan sujud ketika shalat
maka, sadar atau tak sadar, kerja jantung akan terbantu dalam
tugasnya mengalirkan darah pada sekitar organ-organ yang posisinya
lebih tinggi. Karena saat bersujud otomatis organ-organ yang tadinya
di atas jantung itu, menjadilebih rendah posisinya. Maka, anjuran
Islam untuk “agak memperlama” sujud dengan melakukan doa, selain
bernilai ibadah juga menyehatkan tubuh karena membantu meringankan
beban kerja jantung. Saat bersujud pompaan aliran darah persis
seperti mobil yang ada pada posisi jalan menurun,
cepat dan lancar. Dengan demikian aliran darah makin cepat
mengalir dan berkumpul di pembuluh darah besar atau aorta. Ketika
bangkit dari sujud, maka darah yang tadinya berkosentrasi di aorta
akan mengaliri pembuluh-pembuluh darah di sekujur tubuh. Jantung pun
akhirnya merasa terbantu.
Posisi sujud juga membantu kinerja
paru-paru untuk melakukan asupan oksigen pada tubuh dan membuang
karbondioksida. Juga membantu sirkulasi darah dari jantung ke
paru-paru dan sebaliknya. Pada saat sujud, beban kerja jantung agak
berkurang. Artinya jantung bisa sedikit beristirahat dan efeknya hal
ini tentu akan mengurangi resiko terkena serangan jantung
mendadak.
Perlu diketahui juga, bahwa shalat yang dijalankan
dengan penuh kesungguhan, khusu’, dan ikhlas akan menumbuhkan
persepsi, dan motivasi positif dan terhindar dari penyakit jantung
koroner atau prediksi prognosis infark miokard akut. Gejala yang bisa
dilihat bahwa pengamal shalat yang baik, akan menghadapi hidup secara
realistis dan optimis. Dengan shalat yang baik kita akan merasakan
bahwa Allah SWT, adalah segala-galanya. Dan dengan demikian kita akan
terhindar dari rasa takut dan khawatir.
Namun Islam sebagai
agama moderat tentu tak mewajibkan umatnya melaksanakan shalat
sepanjang hari. Islam selalu memerintahkan untuk menyeimbangkan
antara hak dan kewajiban, antara kebutuhan agama dan kebutuhan
duniawi.
Walhasil, shalat selain bernilai ibadah juga membawa
dampak positif bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Kelebihan shalat,
karena dilakukan dengan lentur dan tenang, maka cocok buat semua
usia. Ia tak berisiko mencederai tubuh, bahkan menyehatkan. Hanya
saja, kesimpulan tak berarti Anda disarankan untuk tidak berolahraga
atau bahkan disalahfahami bahwa, Islam tak memperbolehkan olahraga.
Sama sekali tidak.